Ajarai Anak Yatim Pasuruan Tentang Technopreneur
Sebanyak 11 peserta hadir dalam pembinaan tersebut. Mereka mendapatkan materi tentang Technopreneur (pengusaha berbasis teknologi), yang disampaikan oleh Enno Artha dari Cendono Purwosari, yang juga anggota relawan TIK Pasuruan.
Enno Artha mengatakan, peserta yang diinkubasi nantinya dapat belajar dari apa yang dikerjakan, mencari tahu kelemahan-kelemahan dilapangan. Untuk kemudian dilakukan perbaikan. Serta mencari produk melalui riset. “Seperti halnya pengusaha, maka technopreneur dituntut untuk memiliki kemauan apabila ingin berhasil. Kesuksesan technopreneur apabila cepat mau bergerak dan mencoba,” ujarnya.
Selain itu, para peserta juga diajari bagaimana mengawali bisnis di era digital, sampai dengan teknis pemasaran yang tepat. Sementara itu, Bahruddin salah satu peserta workshop, menyambut baik kegiatan ini. Keinginan untuk lebih mandiri itupun ditunjukkan dengan semangat tinggi. “Saya ingin memulai kegiatan berwirausaha ini dengan berjualan Daun Bidara. Daun bidara di tempat saya Lamongan tumbuh liar,” kata Bahruddin.
Keinginan Bahruddin ini pun disambut positif, dan langsung dijadikan contoh untuk memulai sebuah startup. Mulai dari riset, sampai dengan pembuatan blog untuk menunjang bisnis Daun Bidara. (Jafar)
Mari terus salurkan donasi Anda melalui Yatim Mandiri untuk Program Kemandirian, Pendidikan dan Kesehatan Anak Yatim dan Dhuafa Indonesia.
Komentar
Posting Komentar